Skip to content

1 hidden cell

PENGANTAR KURIKULUM OBE

Revisi 20 November 2025

  • Penambahan di langkah 15 dan 18 di contoh RPSMK

Apa itu Outcome-Based Education (OBE)?

  • Tujuan mahasiswa masuk ke perguruan tinggi bukan hanya untuk belajar (output), tapi juga untuk mendapatkan pengalaman kerja (outcome).
  • OBE = Bukan apa yang diajarkan, tapi apa yang sudah dicapai, bila lupa bukan salah pengajarnya.
  • Tujuan akhir dari OBE adalah membuat sebuah kurikulum dengan sistem pembelajaran mandiri yang bisa dipelajari tanpa perlu adanya dosen dengan cara memanfaatkan teknologi komputerisasi.

Perubahan Paradigma

Sejarah Singkat OBE

  • Permendikbudristek Nomor 53 Tahun 2023
  • Buku Panduan Kurikulum Pendidikan Tinggi 2024
  • Prihandoko - Konsep dan Implementasi Kurikulum OBE
  • Permendiktisaintek Nomor 39 Tahun 2025

Daftar Istilah OBE

No.Istilah Bahasa InggrisSingkatanIstilah Bahasa IndonesiaSingkatanCatatan
1Outcome-Based EducationOBEPendidikan Berbasis CapaianPBCBukan apa yang diajarkan (output), tapi apa yang sudah dicapai (outcome).
2The Indonesian Qualification FrameworkIQFKerangka Kualifikasi Nasional IndonesiaKKNIBerasal dari pemerintah.
3Indonesian National Work Competency StandardsINWCSStandar Kompetensi Kerja Nasional IndonesiaSKKNIBerasal dari pemerintah.
4Occupational MapsOMPeta OkupasiPOBerasal dari pemerintah atau lembaga internasional.
5Program Educational ObjectivesPEOTujuan Pendidikan ProgramTPPBukan VMTS keseluruhan Tridarma Program Studi, tapi hanya khusus VMTS Tridarma bagian Pengajaran.
6Graduate OccupationGOOkupasi LulusanOLJenis/nama profesi yang sesuai dengan kekhasan program studi sebagai alternatif kemungkinan profesi yang nantinya dapat diambil oleh lulusan, minimum 1 maksimum 3.
7Graduate ProfilesGPProfil LulusanPLKemampuan/kompetensi yang akan dimiliki oleh lulusan sesuai dengan kebutuhan pengguna lulusan, minimum 4 maksimum 5.
8Program Learning OutcomesPLOCapaian Pembelajaran LulusanCPLDisarankan minimum 10 dan maksimum 15.
9Subject MattersSMBahan KajianBKDaftar pustaka yang digunakan untuk membentuk CPL dan MK.
10CourseCMata KuliahMKMateri yang harus diajarkan.
11Course Learning OutcomesCLOCapaian Pembelajaran Mata KuliahCPMKDisarankan minimal 2 dan maksimum 5 per MK.
12Lesson Learning OutcomesLLOSub-Capaian Pembelajaran Mata KuliahSCPMKDisarankan minimal 2 dan maksimum 5 per CPMK
13Assesment IndicatorsAIIndikator PenilaianIPBerupa indikator penilaian Lisan, Tulisan, Presensi, Wawancara, atau Observasi.
14Learning MethodLMMetode PembelajaranMPBerupa metode pembelajan teori atau praktik.
15Learning TimeLIWaktu PembelajaranWPWaktu yang dibutuhkan dalam metode pembelajaran dalam satuan menit dan 1 SKS setara dengan 45 Jam = 2700 menit.
16Course ActivityCAAktivitas PembelajaranAPBerupa istilah lain untuk menggambarkan kesatuan dari IP, MP, dan WP.
17Learning TopicLTTopik PembelajaranTPBerisikan kumpulan Aktivitas Pembelajaran.
18Semester Course Learning PlanSCLPRencana Pembelajaran Semester Mata KuliahRPSMKBerisikan rencana setiap pertemuan pembelajaran.
19Course Graph NetworkCGNPeta Jaringan Mata KuliahPJMKRencana pembelajaran semester mata kuliah dalam bentuk peta jaringan.
20Certificate of CompetenceCCSurat Keterangan Pendamping IjazahSKPIBerisikan daftar capaian kompetensi dari CPL, PL, dan OL dari alumni.
21Academic TranscriptATTranskrip AkademikTABerisikan daftar MK yang diajarkan ke alumni.
22Certificate of GraduationCGIjazah / Sertifikat KelulusanISBukti lulus alumni.

Komponen Kurikulum OBE

  • Bobot Capaian tidak sama dengan 100%
    1. OL < PL;
    2. PL < CPL;
  • Bobot Persentase harus sama dengan 100%
    1. MK < CPMK;
    2. CPMK < SCPMK;
    3. SCPMK < IP.

Komponen Asesmen OBE

  • Indikator Penilaian:
    1. Penilaian Presensi;
    2. Penilaian Lisan;
    3. Penilaian Tulisan;
    4. Penilaian Wawancara;
    5. Penilaian Observasi.
  • Metode Pembelajaran:
    1. Teori Luar Jaringan;
    2. Teori Dalam Jaringan;
    3. Teori Hibrida;
    4. Teori Mandiri;
    5. Teori Eksternal;
    6. Praktik Dalam Kampus;
    7. Praktik Diluar Kampus.

Catatan OBE

  1. OBE hanya merumuskan Tridarma Pengajaran;
  2. Tridarma Penelitian dan Pengabdian Masyarakat bukan bagian dari OBE;
  3. Bahan Kajian tidak sama dengan Mata Kuliah;
  4. Akumulasi bobot capaian OL, PL, dan CPL tidak harus sama dengan 100;
  5. Akumulasi bobot persentase MK, CPMK, dan SCPMK harus sama dengan 100;
  6. Setiap CPL, CPMK, dan SCPMK terdiri dari Kata Kerja + Kata Benda + Konteks dengan kata kerja mengikuti tatanan pada Bloom Taksonomi C, P, atau A;
    • Untuk tingkat Sarjana dan Profesi, mulai dari Remembering sampai Applying;
    • Untuk tingkat Magister / Spesialis, mulai dari Applying, Analyzing, dan Evaluating;
    • Untuk tingkat Doktor, mulai dari Applying, Analyzing, Evaluating, dan Creating;
  7. CPL boleh dipetakan dalam Sikap, Pengetahuan, Ketrampilan Umum, dan Ketrampilan Khusus;
  8. Yang paling penting dalam OBE adalah bagaimana cara menghitung capaian CPL, PL, dan P melalui asesmen penilaian terstruktur;
  9. Kalimat Bukan apa yang diajarkan, dalam OBE dituangkan dalam TA;
  10. Kalimat tapi apa yang sudah dicapai. dalam OBE dituangkan dalam SKPI;
  11. Untuk setiap mata kuliah diwajibkan untuk membuat peta jaringan atau peta pikiran mata kuliah yang berisikan pemetaan CPMK, SCPMK, IP, MP, dan TP;
  12. Kewajiban pelaksanaan OBE telah diamanatkan oleh Permendikbudristek Nomor 53 Tahun 2023 dengan penjelasan teknis ada pada Buku Panduan Kurikulum Pendidikan Tinggi 2024, dan juga sesuai dengan peraturan revisinya, yaitu Permendiktisaintek Nomor 39 Tahun 2025.

Bloom's Taxonomy

Untuk memperkaya penggunaan narasi dalam penyusunan kompetensi dapat menggunakan Panduan Daftar Kata Domain Kognitif, Afektif, dan Psikomotor resmi yang dikeluarkan oleh Pusat Studi Akademik.

Definisi Narasi CPL, CPMK, dan SCPMK

Beda CPL dan CPMK

  1. Level Kognitif Bloom: REMEMBERING -> UNDERSTANDING -> APPLYING -> ANALYZING -> EVALUATING -> CREATING;
  2. CPL disusun dengan berdasarkan hasil akhirnya pada tingkatan kognitif, seperti contoh level Sarjana, semua CPL sekitar 80% pasti berada pada level kognitif APPLYING, dan mungkin sekitar 20% bisa sampai sampai ANALYZING, EVALUATING, ataupun CREATING;
  3. Untuk level Sarjana, CPL tidak boleh mengandung hanya sampai REMEMBERING atau UNDERSTANDING;
  4. Untuk level Magister, 80% CPL harus banyak mengandung ANALYZING dan EVALUATING dan tidak boleh mengandung APPLYING;
  5. Untuk level Doktor, 80% CPL harus banyak mengandung CREATING;
  6. Sedangkan CPMK merupakan riwayat pembelajaran pada mata kuliah, sehingga CPMK boleh mulai dari kognitif REMEMBERING sampai kepada APPLYING;
  7. Level kognitif SCPMK tidak boleh melebihi CPMK, dan CPMK tidak boleh melebihi CPL, seperti contoh CPL hanya sampai APPLYING, maka tidak boleh ada turunan CPMK nya yang sampai ke CREATING.

Peta Jaringan Asesmen Penilaian

TAHAPAN PENYUSUNAN KURIKULUM OBE DI UNPRI

Diagram OBE UNPRI

Untuk memahami cara perhitungan OBE dapat dipelajari dengan cara mengikuti level dari bawah keatas sebagai berikut:

  • Level 0 - Topik Pembelajaran (TP)
  • Level 1 - Waktu Pembelajaran (WP)
  • Level 2 - Media Pembelajaran (MP)
  • Level 3 - Indikator Penilaian (IP)
  • Level 4 - Sub-Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (SCPMK)
  • Level 5 - Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK)
  • Level 6 - Mata Kuliah (MK)
  • Level 6 - Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL)
  • Level 7 - Profil Lulusan (PL)
  • Level 8 - Okupasi Lulusan (OL)

Tahapan Penyusunan Kurikulum OBE di UNPRI:

  1. Tahap 1: Menyusun OL (8) X PL (7) X CPL (6) (Atas ke Tengah);
  2. Tahap 2: Menyusun MK (6) < CPMK (5) < SCPMK (4) < IP (3) - MP (2) - WP (1) > TP (0) (Tengah ke Bawah);
  3. Tahap 3: Menggabungkan tahap 1 dan 2 dengan cara memetakan CPL X CPMK.

Untuk setiap komponen level OBE mulai dari SCPMK (4) sampai dengan OL (8) perlu disiapkan tiga proses dan peran, yaitu:

  1. Definisi;
  2. Pemetaan;
  3. Pembobotan:
    • Bobot Persentase MK, CPMK, SCPMK, dan IP - diisi secara manual oleh Program Studi;
    • Bobot Capaian OL, PL, dan CPL diisi secara otomatis.

Asesmen Penilaian

  1. Transkrip Akademik: MK < CPMK < SCPMK < IP - MP - WP > TP;
  2. Surat Keterangan Pendamping Ijazah: OL X PL X CPL X CPMK < SCPMK < IP - MP - WP > TP.

Tahap 1 Penyusunan Kurikulum OBE Outcome (OL X PL X CPL)

  1. Penyusunan Tahap 1 Kurikulum OBE harus berlandaskan kepada:
    1. Aturan pada Asosiasi/Kolegium ilmu;
    2. Data penelusuran alumni;
    3. Dunia usaha dan dunia industri.
  2. Okupasi Lulusan mengacu kepada rujukan PO;
  3. Profil Lulusan mengacu kepada rujukan SKKNI;
  4. Capaian Pembelajaran Lulusan mengacu kepada:
    1. Permendikbud 53 tahun 2023, Pasal 7 sampai 9;
    2. Pertanyaan pada Panduan KPT 2024, halaman 33 sampai 38;
    3. Dari asosisasi/kolegium;
    4. Internasional;

Untuk menyusun Tahap 1 yang baik dapat menggunakan teknik bottom-up, yaitu:

  1. Mengumpulkan seluruh mata kuliah program studi;
  2. Untuk setiap mata kuliah, tentukan CPL dari mata kuliah tersebut;
  3. Kumpulkan seluruh CPL yang sudah diekstrak dari mata kuliah;
  4. Perkecil jumlah CPL menjadi sekitar 10 sampai 20 CPL dengan melakukan penyaringan kesamaan CPL untuk digabung menjadi satu;
  5. Definisikan PL;
  6. Petakan setiap PL < CPL;
  7. Definisikan OL;
  8. Petakan setiap OL < PL;
  9. Gambarkan relasi antara OL < PL < CPL dalam bentuk peta jaringan (graph network).

Tahap 2 Penyusunan Kurikulum OBE Output (MK < CPMK < SCPMK < IP - MP - WP > TP)

Inti dari Kurikulum OBE Tahap 2 adalah penyusunan Rencana Pembelajaran Semester Mata Kuliah (RPSMK) untuk setiap mata kuliah dalam program studi.

Tahap 3 Penyusunan Kurikulum OBE Penggabungan (CPL X CPMK)

Tahap 3 Kurikulum OBE adalah proses penggabungan dari tahap 1 dan tahap 2, yaitu:

  1. Mengumpulkan seluruh CPL dan seluruh CPMK yang sudah dibuat pada tahap 1 dan 2;
  2. Melakukan pemetaan antara CPL X CPMK;
  3. Tidak perlu menentukan bobot capaian karena bobot capaian akan dihitung secara otomatis oleh sistem berdasarkan bobot persentase dari pemetaan MK < CPMK.

CONTOH PENYUSUNAN KURIKULUM OBE

Level 0 - Topik Pembelajaran (TP)

Satu TP terdiri dari beberapa Aktivitas.

Level 1 - Waktu Pembelajaran (WP)

Sesuai peraturan Permendiktisaintek Nomor 39 Tahun 2025, jumlah kredit (SKS) untuk 1 SKS setara dengan 45 jam atau 2700 menit sehingga total keseluruhan WP harus berjumlah sesuai dengan permen tersebut.

Level 2 - Metode Pembelajaran (MP)

Hidden code

Level 3 - Indikator Penilaian (IP)

Hidden code

Level 4 - Sub-Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (SCMPK)

4.1 Definisi SCPMK

Hidden code

4.2 Pemetaan SCPMK dan IP

Hidden code

4.3 Bobot SCPMK