Kursus
Jika Anda sering mengelola anggaran atau bekerja dengan harga, Anda akan menemukan fungsi FLOOR() di Excel sangat membantu.
Dalam artikel ini, saya akan menjelaskan secara tepat cara kerja FLOOR(), melihat contohnya secara langsung, dan mengeksplorasi bagaimana fungsi ini dapat menghadirkan konsistensi serta akurasi pada perhitungan Anda.
Cara Kerja Excel FLOOR()
Sebelum Anda menggunakan FLOOR(), penting untuk memahami logika dasarnya, serta bagaimana Anda dapat mengendalikan perilakunya menggunakan argumennya.
FLOOR() digunakan untuk membulatkan angka ke bawah. Anda dapat membulatkan ke bilangan bulat terdekat dan juga menentukan “significance” atau kenaikan, sehingga Anda bisa membulatkan ke bawah berdasarkan langkah yang sesuai dengan skenario Anda. Ini sangat berguna untuk hal-hal seperti harga satuan atau interval waktu tetap, di mana pembulatan perlu mengikuti pola tertentu.
Berikut cara memanggil FLOOR() di Excel:
=FLOOR(number, significance)
-
number: Nilai yang ingin Anda bulatkan ke bawah. -
significance: Kelipatan yang menjadi acuan pembulatan.
Kedua argumen wajib diisi agar FLOOR() bekerja dengan benar.
Fungsi ini selalu membulatkan ke bawah menuju nol, menggunakan significance sebagai ukuran langkah.
Cara membulatkan ke bawah bilangan positif
Untuk berlatih, mari coba contoh dasar. Misalkan Anda ingin membulatkan angka 17 ke bawah ke kelipatan 5 terdekat:
=FLOOR(17, 5)
Rumus ini menghasilkan 15.

Cara membulatkan ke bawah bilangan negatif
Jika, di sisi lain, angkanya negatif, FLOOR() tetap membulatkan menuju nol, sehingga:
=FLOOR(-17, 5)
Ini menghasilkan -20.

Penggunaan Praktis untuk Excel FLOOR()
Anda mungkin bertanya-tanya di mana menerapkan FLOOR() dalam situasi nyata. Berikut beberapa cara umum dan berguna:
Mengendalikan harga atau biaya
Salah satu penggunaan klasik FLOOR() adalah pada penetapan harga, saat Anda ingin membulatkan ke bawah ke kenaikan tetap untuk menghindari tagihan berlebih secara tidak sengaja. Misalnya, jika produk Anda dihargai dalam langkah 25 sen, Anda dapat memastikan semua harga berada pada kenaikan tersebut:
=FLOOR(2.89, 0.25)

Rumus ini menghasilkan 2,75, membulatkan 2,89 ke bawah dengan rapi ke seperempat dolar terendah berikutnya.
Mengatur waktu dalam blok tetap
FLOOR() juga bagus untuk mengelola waktu, terutama saat Anda perlu mengelompokkan durasi ke interval yang konsisten. Bayangkan Anda ingin memasukkan jumlah menit apa pun ke dalam blok 15 menit:
=FLOOR(52, 15)

Ini menghasilkan 45, sehingga 52 menit dimasukkan ke blok 45 menit.
FLOOR() vs. ROUNDDOWN() dan MROUND()
Excel menyediakan beberapa fungsi pembulatan, masing-masing dengan gaya dan tujuan sendiri. Pada bagian ini, kita akan melihat lebih dekat bagaimana FLOOR() dibandingkan dengan ROUNDDOWN() dan MROUND().
Membandingkan metode pembulatan
Berikut perbedaan fungsi pembulatan utama:
-
FLOOR(): Membulatkan ke bawah ke kelipatan terdekat yang Anda tentukan. -
ROUNDDOWN(): Membulatkan menuju nol, tetapi Anda mengatur jumlah tempat desimalnya, bukan kelipatannya. -
MROUND(): Membulatkan ke kelipatan terdekat, bisa ke atas atau ke bawah, tergantung mana yang lebih dekat.
Sebagai contoh, dengan:
=ROUNDDOWN(17.7, 0)
Anda mendapatkan 17 — hanya bagian bilangan bulat — karena ROUNDDOWN() bekerja berdasarkan jumlah tempat desimal.
Tetapi jika Anda menggunakan:
=MROUND(17, 5)
Anda mendapatkan 15, karena 15 adalah kelipatan 5 terdekat (ke atas atau ke bawah).
FLOOR(), sebaliknya, selalu membulatkan ke bawah. (Sebenarnya, =FLOOR(17.7, 0) akan menghasilkan kesalahan #DIV/0!.)
Masalah Umum dan Perilaku
Meskipun FLOOR() umumnya mudah digunakan, ada beberapa keunikan yang perlu diwaspadai. Pada bagian ini, kita akan membahas kesalahan paling umum dan cara menghindarinya.
Tanda significance dan angka
Aturan kunci pada FLOOR() adalah angka dan significance harus memiliki tanda yang sama. Jika Anda mencampur angka positif dengan significance negatif (atau sebaliknya), Excel akan menampilkan kesalahan. Misalnya:
=FLOOR(10, -2)
Ini menghasilkan kesalahan #NUM!.
Jika dipikir-pikir — angka positif dengan significance negatif akan menyiratkan pembulatan ke bawah menuju nol, yang bertentangan dengan tujuan FLOOR(). Dan angka negatif dengan significance positif akan menyiratkan pembulatan ke atas menuju nol, yang sama saja ceritanya.
Untuk menghindari masalah, pastikan kedua masukan sama-sama positif atau sama-sama negatif.
Significance nol
Masalah umum lainnya muncul jika Anda mencoba menggunakan nol sebagai significance:
=FLOOR(10, 0)
Sekali lagi, Excel menampilkan kesalahan #NUM!, karena tidak dapat membulatkan ke kenaikan nol. Saya sempat menyinggung hal ini saat membandingkan FLOOR() dengan fungsi serupa. Untuk menghindarinya, pastikan Anda tidak pernah menaruh nol pada argumen kedua.
Kesimpulan
Sekarang Anda sudah memahami fungsi FLOOR() di Excel. Menurut saya fungsi ini berguna dalam pemodelan keuangan karena pembulatan ke bawah memastikan proyeksi atau biaya tidak melebihkan potensi pendapatan atau imbal hasil. Ini adalah pendekatan kehati-hatian yang dapat membantu Anda dalam konteks yang cenderung menghindari risiko. Kami memiliki kursus Financial Modeling in Excel yang populer dan sangat layak diikuti jika Anda tertarik dengan topik ini.

Saya penulis dan editor data science dengan kontribusi pada artikel riset di jurnal ilmiah. Saya sangat tertarik pada aljabar linear, statistika, R, dan sejenisnya. Saya juga cukup sering bermain catur!
