Kursus
Perusahaan terus-menerus mengumpulkan data dalam jumlah besar, dan untuk memahaminya dibutuhkan platform analitik yang andal. Dua nama yang sering muncul dalam beberapa tahun terakhir adalah Databricks dan Snowflake. Namun, bagaimana cara memilih di antara keduanya?
Artikel blog ini akan memandu Anda melalui perbandingan umum antara fitur utama Databricks dan Snowflake.
Apa itu Databricks?

Databricks adalah platform analitik terpadu yang dikenal karena kemampuannya menangani big data dan beban kerja pembelajaran mesin. Platform ini didirikan oleh para pembuat Apache Spark, dan menawarkan beragam fitur yang dirancang untuk memudahkan rekayasa data, data science, dan analitik bisnis. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang platform ini di kursus Introduction to Databricks kami.
Fitur
Databricks menggunakan kerangka kerja open-source Apache Spark untuk membuat data lakehouse yang dapat menggabungkan keunggulan data warehouse dan data lake. Platform ini juga menawarkan beragam alat dan layanan, termasuk:
- Notebook kolaboratif untuk Python, Scala, R, dan SQL
- Manajemen kluster otomatis
- Kerangka kerja LLM open-source DBRX
- Pustaka pembelajaran mesin bawaan dan dukungan untuk kerangka ML populer seperti TensorFlow dan PyTorch
- Integrasi dengan alat BI populer seperti Tableau dan Looker.
Use case
Databricks umum digunakan untuk analitik real-time, proses ETL, dan pembelajaran mesin. Dengan rilis terbaru alat AI baru, Databricks juga dapat digunakan untuk:
- Membangun model RAG menggunakan Mosaic AI Vector Search
- Membuat LLM menggunakan Mosaic AI Pretraining
Kelebihan
Databricks memiliki beberapa keunggulan utama yang menonjol di antara para pesaing:
- Penanganan big data: Databricks dirancang khusus untuk menangani data dalam jumlah masif dan dapat dengan mudah melakukan skala sesuai kebutuhan yang meningkat.
- Platform terpadu: Dengan menawarkan beragam fitur dan alat, Databricks menyediakan satu solusi untuk semua kebutuhan analitik data Anda.
- Dukungan AI dan pembelajaran mesin bawaan: Databricks memiliki integrasi yang baik dengan kerangka dan pustaka pembelajaran mesin serta kecerdasan buatan yang umum digunakan, sehingga menarik bagi bisnis yang ingin dengan cepat mengadopsi dan mengintegrasikan teknologi ini ke dalam proses analitik mereka.
Apa itu Snowflake?

Snowflake adalah solusi data warehousing berbasis cloud yang populer karena kesederhanaan dan skalabilitasnya. Platform ini memisahkan sumber daya penyimpanan dan komputasi, sehingga bisnis dapat melakukan skala naik atau turun sesuai kebutuhan. Kursus Introduction to Snowflake kami akan membahas dasar-dasar platform ini.
Fitur
Snowflake menawarkan data warehouse yang sepenuhnya dikelola, cloud-native, yang cepat dan mudah digunakan.
Beberapa fiturnya yang menonjol meliputi:
- Penskalaan dan manajemen sumber daya otomatis
- Dukungan SQL standar dan lanjutan
- Kemampuan menangani data terstruktur dan semi-terstruktur
- Berbagi data yang aman
Use case
Snowflake biasanya digunakan dalam skenario saat bisnis perlu menyimpan dan menganalisis data dalam jumlah besar dengan cepat. Ini mencakup use case seperti:
- Analitik real-time
- Kueri ad hoc
- Laporan business intelligence
Sebagai contoh, Snowflake dapat digunakan untuk membuat repositori data terpusat agar berbagai tim dan departemen dapat mengakses serta menganalisis data bersama.
Kelebihan
Snowflake dikenal karena kesederhanaan, skalabilitas, dan kecepatannya. Keunggulan utamanya meliputi:
- Konkurensi yang mudah: Snowflake memungkinkan banyak pengguna mengkueri data yang sama secara bersamaan tanpa masalah kinerja.
- Berbagi data: Dengan fitur bawaan seperti Secure Data Sharing, Snowflake menyederhanakan kolaborasi antar tim dan mitra dengan memungkinkan akses aman ke data bersama dari akun yang berbeda.
- Fleksibilitas: Snowflake menawarkan opsi penyimpanan yang serbaguna dan mendukung berbagai format data, sehingga cocok untuk berbagai jenis beban kerja.
- Antarmuka sederhana: Snowflake memiliki antarmuka yang ramah pengguna dan membutuhkan pelatihan serta keahlian teknis minimal, sehingga juga dapat diakses oleh pengguna non-teknis. Kueri juga dapat dilakukan menggunakan SQL, yang memudahkan adopsi.
Anda dapat mempelajari lebih lanjut cara kerja Snowflake dalam tutorial Snowflake praktis ini.
Databricks vs Snowflake: Persamaan
Kedua platform memiliki beberapa kesamaan, di antaranya sebagai berikut:
1. Berbasis cloud
Baik Databricks maupun Snowflake adalah platform berbasis cloud, sehingga dapat diakses dari mana saja dengan koneksi internet. Solusi berbasis cloud juga berarti pengguna dapat dengan mudah melakukan skala naik atau turun sesuai kebutuhan tanpa batasan fisik.
2. Skalabilitas
Kedua platform memiliki kemampuan untuk melakukan skala naik atau turun berdasarkan permintaan, memberikan fleksibilitas bagi bisnis seiring pertumbuhan data mereka. Fitur auto-scaling ini sangat cocok untuk bisnis yang bergerak cepat dengan pertumbuhan dinamis.
3. Dukungan bahasa kueri
Databricks dan Snowflake sama-sama mendukung SQL, bahasa yang paling banyak digunakan untuk mengkueri basis data.
SQL sudah merupakan alat yang umum digunakan di kalangan banyak analis data dan data engineer. Ini berarti bisnis dapat memanfaatkan keterampilan SQL yang sudah dimiliki karyawan mereka untuk bekerja dengan platform ini.
4. Kapabilitas data lake
Kedua platform mendukung data lake, memberikan fleksibilitas bagi bisnis dalam menyimpan dan menganalisis berbagai data terstruktur dan tidak terstruktur. Karena keduanya dirancang sejak awal untuk menangani big data, mereka dapat dengan mudah menangani beban kerja data lake berskala besar.
Databricks vs Snowflake: Perbedaan
1. Perbandingan kinerja
Dalam hal kinerja, Databricks dan Snowflake sama-sama unggul namun di area yang berbeda.
Databricks
Databricks unggul dalam memproses dataset besar dengan cepat, sehingga ideal untuk analitik real-time dan pembelajaran mesin. Penggunaan Apache Spark memastikan pemrosesan data berkecepatan tinggi, bahkan untuk kueri yang kompleks.

Sumber: Databricks
Snowflake
Di sisi lain, Snowflake dioptimalkan untuk data warehousing. Arsitekturnya memungkinkan kinerja kueri yang cepat, terutama untuk data terstruktur. Pemisahan sumber daya penyimpanan dan komputasi berarti bisnis dapat melakukan skala masing-masing secara independen, memastikan kinerja optimal.
Pemenang
Databricks adalah pemenang keseluruhan untuk kinerja karena rasio kinerja terhadap biaya yang lebih baik. Mesin kueri Databricks ditenagai oleh Apache Spark, yang menjadi pilihan lebih baik untuk pemrosesan big data.
2. Perbandingan skalabilitas
Skalabilitas sangat penting bagi bisnis seiring meningkatnya kebutuhan data mereka. Di sinilah kedua platform sedikit berbeda.
Databricks
Databricks menawarkan skalabilitas yang tangguh, terutama untuk beban kerja big data dan pembelajaran mesin. Integrasinya dengan platform cloud seperti AWS, Azure, dan Google Cloud memungkinkan bisnis menskalakan sumber daya sesuai kebutuhan.
Snowflake
Fitur penskalaan otomatis Snowflake sangat baik. Platform ini memungkinkan bisnis untuk menskalakan sumber daya komputasi naik atau menurunkannya secara otomatis berdasarkan beban kerja. Hal ini dimungkinkan melalui multi-cluster warehouses, di mana jumlah kluster ditambah atau dikurangi sesuai dengan besarnya beban komputasi.
Fitur ini memastikan bisnis hanya menggunakan (dan membayar) apa yang mereka butuhkan, sehingga sangat efisien.
Pemenang
Snowflake adalah pemenang keseluruhan untuk skalabilitas, berkat fitur penskalaan otomatis dan opsi penyimpanan yang serbaguna.
3. Perbandingan kemudahan penggunaan
Kemudahan penggunaan dapat sangat memengaruhi kecepatan tim dalam mengadopsi dan mulai mendapatkan manfaat dari sebuah platform. Memiliki alat yang terlalu sulit digunakan dapat menyebabkan adopsi yang rendah oleh tim data.
Mari kita bandingkan kedua platform di bawah ini.
Databricks
Databricks menawarkan lingkungan kolaboratif yang bisa terasa kompleks bagi pemula namun menjadi intuitif seiring pengguna makin akrab dengan platform. Dukungan untuk banyak bahasa membuatnya fleksibel, tetapi juga menambah kurva pembelajaran.
Snowflake
Snowflake dipuji karena kesederhanaan dan antarmukanya yang ramah pengguna. Bahasa kueri berbasis SQL membuatnya mudah diakses oleh pengguna yang familier dengan basis data tradisional. Arsitektur platform juga menyederhanakan banyak tugas administratif, sehingga lebih mudah dikelola.
Pemenang
Snowflake menjadi juara untuk kemudahan penggunaan berkat antarmuka sederhana dan kebutuhan keahlian teknis yang minimal. Namun, jika penggunanya berada pada tingkat menengah, perbedaan ini tidak terlalu terasa karena mereka sudah lebih mahir dengan perangkat lunak teknis.
4. Kapabilitas integrasi
Kapabilitas integrasi kian menjadi kebutuhan dalam beberapa tahun terakhir karena banyaknya alat yang tersedia memunculkan beragam bentuk alur kerja data.
Databricks
Databricks terintegrasi dengan baik dengan berbagai sumber dan platform data, termasuk Hadoop, Apache Kafka, dan solusi penyimpanan cloud. Fleksibilitasnya membuatnya cocok untuk lingkungan data yang beragam.
Beberapa integrasi yang menonjol meliputi:
- dbt, AirFlow untuk alur kerja ETL
- Amazon S3, Google BigQuery dan Cloud Storage, Snowflake sebagai sumber data
- Qlik, Power BI, dan Tableau untuk alat business intelligence (BI)
Snowflake
Snowflake menawarkan kapabilitas integrasi yang andal dengan alat BI populer seperti Tableau, Looker, dan Power BI. Platform ini juga mendukung platform integrasi data seperti Fivetran dan Talend, sehingga mudah terhubung dengan ekosistem data yang sudah ada.
Pemenang
Kedua alat sama kuatnya dalam kategori ini, dengan opsi integrasi yang luas. Namun, kompatibilitas Snowflake dengan banyak alat BI berkat keberadaannya yang lebih lama di pasar mungkin memberinya sedikit keunggulan.
5. Keamanan
Keamanan adalah prioritas utama bagi bisnis yang menangani data sensitif.
Databricks
Databricks menawarkan fitur keamanan yang tangguh, termasuk customer-managed keys, infrastruktur serverless, dan keamanan terpadu untuk tata kelola data dan AI.
Customer-managed keys terintegrasi erat dengan penyedia seperti:
- Microsoft Azure Key Vault untuk Azure
- AWS Key Management Service (KMS) menggunakan Amazon Web Services (AWS)
Snowflake
Snowflake juga menawarkan fitur keamanan yang kuat, termasuk enkripsi end-to-end, keamanan lalu lintas jaringan, autentikasi multi-faktor melalui Access Control, serta kepatuhan terhadap berbagai standar industri. Arsitekturnya secara inheren mendukung berbagi data dan kontrol akses yang aman, memastikan perlindungan data.
Snowflake juga memastikan kepatuhan terhadap regulasi seperti HIPAA, PCI DSS, dan FedRAMP melalui kapabilitas dan kontrol keamanannya.
Pemenang
Dalam aspek keamanan, kedua platform menyediakan fitur yang tangguh, sehingga sulit memilih pemenang. Namun, integrasi Databricks yang erat dengan penyedia cloud mungkin memberinya sedikit keunggulan.
6. Biaya
Biaya selalu menjadi faktor penting dalam memilih platform data. Ini adalah faktor utama yang perlu dipertimbangkan saat menyeimbangkan beban komputasi yang dibutuhkan aplikasi atau kueri Anda.
Databricks
Databricks menawarkan model harga pay-as-you-go, yang bisa hemat biaya bagi bisnis dengan beban kerja berfluktuasi. Namun, biaya dapat meningkat dengan cepat, terutama untuk tugas pemrosesan data yang ekstensif.
Snowflake
Model harga Snowflake sedikit berbeda. Anda dikenakan biaya berdasarkan penggunaan kredit. Ini didasarkan pada pemisahan penyimpanan dan komputasi, memungkinkan bisnis menskalakan biaya berdasarkan penggunaan. Model ini bisa lebih prediktif dan sering kali lebih terjangkau, terutama untuk kebutuhan data warehousing. Namun, ini bisa menjadi restriktif jika beban kerja pengguna bersifat variabel.
Pemenang
Kedua platform menawarkan model harga yang wajar, tetapi secara keseluruhan, pemisahan penyimpanan dan komputasi Snowflake bisa lebih ramah anggaran bagi bisnis dengan beban kerja yang dapat diprediksi. Namun, model pay-as-you-go Databricks juga bisa hemat biaya untuk beban kerja yang berfluktuasi.
Databricks vs Snowflake: Ringkasan
Berikut ringkasan keseluruhan kedua platform dan perbedaan utamanya.
|
Fitur |
Databricks |
Snowflake |
|
Gambaran umum |
- Platform analitik terpadu untuk big data & pembelajaran mesin |
- Solusi data warehousing berbasis cloud |
|
Fitur Utama |
- Data lakehouse berbasis Apache Spark - Notebook kolaboratif untuk banyak bahasa (Python, Scala, R, SQL) - Manajemen kluster otomatis - Dukungan pembelajaran mesin & AI - Integrasi dengan alat BI |
- Data warehouse cloud-native yang sepenuhnya dikelola - Penskalaan otomatis & manajemen sumber daya - Dukungan SQL - Menangani data terstruktur & semi-terstruktur - Berbagi data yang aman |
|
Use Case |
- Analitik real-time, proses ETL, pembelajaran mesin, pembangunan model AI |
- Analitik real-time, kueri ad hoc, pelaporan business intelligence |
|
Kelebihan |
- Penanganan big data & skalabilitas - Platform terpadu untuk analitik & pembelajaran mesin - Dukungan AI & ML bawaan |
- Konkurensi yang mudah untuk banyak pengguna - Berbagi data yang aman untuk kolaborasi - Penyimpanan serbaguna & dukungan format data - Antarmuka sederhana untuk pengguna non-teknis |
|
Kinerja |
- Dioptimalkan untuk big data, analitik real-time, & ML - Pemrosesan data berkecepatan tinggi melalui Apache Spark |
- Dioptimalkan untuk data warehousing & data terstruktur - Kinerja kueri cepat karena pemisahan penyimpanan & komputasi |
|
Skalabilitas |
- Dapat diskalakan untuk big data & ML dengan integrasi ke AWS, Azure, GCP |
- Penskalaan otomatis dengan multi-cluster warehouses - Bayar sesuai sumber daya yang digunakan |
|
Kemudahan Penggunaan |
- Kolaboratif, kompleks bagi pemula namun intuitif bagi pengguna berpengalaman - Dukungan multi-bahasa menambah kurva pembelajaran |
- Antarmuka sederhana dan ramah pengguna dengan kueri SQL - Keahlian teknis minimal diperlukan |
|
Kapabilitas Integrasi |
- Integrasi luas dengan platform seperti Hadoop, Apache Kafka, alat BI (Tableau, Looker), penyimpanan cloud |
- Integrasi ekstensif dengan alat BI (Tableau, Looker, Power BI), platform ETL (Fivetran, Talend) |
|
Keamanan |
- Customer-managed keys, infrastruktur serverless, tata kelola data & AI terpadu - Terintegrasi dengan Azure Key Vault & AWS KMS |
- Enkripsi end-to-end, keamanan lalu lintas jaringan, autentikasi multi-faktor, kontrol akses - Patuh terhadap HIPAA, PCI DSS, FedRAMP |
|
Biaya |
- Harga pay-as-you-go - Hemat biaya untuk beban kerja yang berfluktuasi |
- Harga berbasis kredit (pemisahan penyimpanan & komputasi) - Prediktif & berpotensi lebih terjangkau untuk beban kerja stabil |
Pemikiran Akhir
Secara keseluruhan, baik Databricks maupun Snowflake menawarkan solusi yang kuat untuk pengelolaan dan analitik data. Databricks unggul dalam pemrosesan data real-time dan pembelajaran mesin, sementara Snowflake unggul dalam data warehousing dan kemudahan penggunaan. Pilihan Anda akan bergantung pada kebutuhan spesifik dan tujuan masa depan Anda.
Jika Anda ingin mempelajari lebih lanjut tentang Databricks, webinar Getting Started With Databricks atau kursus Introduction to Databricks adalah tempat yang tepat untuk memulai. Bagi yang tertarik dengan Snowflake, kami juga memiliki kursus Introduction to Snowflake yang dibuat untuk pemula.
Databricks vs Snowflake FAQs
Which is better Snowflake or Databricks?
Itu tergantung pada kebutuhan spesifik dan use case Anda. Snowflake adalah platform data warehousing berbasis cloud, sedangkan Databricks adalah platform analitik dan pembelajaran mesin. Secara keseluruhan, Databricks lebih baik untuk analitik tingkat lanjut dan Snowflake lebih baik untuk analisis yang lebih sederhana.
Should I learn Spark before Databricks?
Meskipun Spark adalah teknologi dasar yang digunakan oleh Databricks, tidak wajib mempelajari Spark sebelum menggunakan Databricks. Namun, pengetahuan tentang Spark dapat membantu Anda memaksimalkan penggunaan Databricks.
Why Databricks is so popular?
Databricks menawarkan platform komprehensif untuk analitik data dan pembelajaran mesin, dengan fitur seperti notebook kolaboratif, manajemen kluster otomatis, dan pustaka bawaan. Platform ini juga terintegrasi dengan baik dengan berbagai alat dan platform populer.
Can I use Databricks and Snowflake together?
Ya, Databricks dan Snowflake dapat diintegrasikan untuk bekerja bersama demi analisis data dan penyimpanan yang efisien. Ini memungkinkan pengguna memanfaatkan keunggulan kedua platform dan menciptakan alur kerja yang mulus.
Is it necessary to have prior experience with SQL or coding to use Databricks and Snowflake?
Ya, penting untuk memiliki pemahaman yang baik tentang SQL untuk menggunakan Databricks dan Snowflake. SQL digunakan untuk mengkueri dan mengelola data pada platform ini.
Saya Austin, seorang blogger dan penulis teknologi dengan pengalaman bertahun-tahun sebagai data scientist dan analis data di bidang kesehatan. Memulai perjalanan teknologi dengan latar belakang biologi, kini saya membantu orang lain melakukan transisi yang sama melalui blog teknologi saya. Ketertarikan saya pada teknologi mendorong kontribusi tulisan saya untuk puluhan perusahaan SaaS, menginspirasi orang lain dan membagikan pengalaman saya.

