Kursus
Apa kesamaan antara bunga majemuk, regresi logistik, dan model pertumbuhan populasi? Jawabannya: semuanya bergantung pada bilangan Euler, atau e.
Bilangan Euler bisa dibilang salah satu konstanta terpenting, hanya kalah dari pi. Konstanta ini digunakan lintas disiplin, dari biologi, fisika, dan astronomi, hingga ilmu data, statistika, dan analisis keuangan.
Fakta menarik: setiap laboratorium tempat saya bekerja menggunakan beberapa digit pertama e atau pi sebagai kata sandi di suatu tempat di lab. Mengapa? Karena semua orang mengenal angka-angka itu! Begitu seringnya angka-angka tersebut digunakan.
Jadi, mari kita telusuri apa yang membuat e begitu mudah diingat, mendefinisikan sifat matematisnya, dan meninjau bagaimana e diterapkan.
Ringkasan
-
Bilangan Euler (
e ≈ 2.71828) adalah basis logaritma natural dan muncul di mana pun sesuatu tumbuh atau meluruh secara kontinu — mulai dari bunga majemuk hingga dinamika populasi. -
Bilangan ini ditemukan oleh Jacob Bernoulli saat mempelajari bunga majemuk pada 1683 dan kemudian diformalkan oleh Leonhard Euler, yang juga merepresentasikannya sebagai deret tak hingga
1 + 1/1! + 1/2! + 1/3! + ... -
Fungsi
eˣunik karena turunan dirinya sendiri, sehingga menjadi pilihan alami untuk memodelkan laju perubahan yang sebanding dengan nilai saat ini — berguna dalam kalkulus, persamaan diferensial, dan sebaran probabilitas seperti Poisson dan Gaussian.
Pengantar Bilangan Euler
Bilangan Euler adalah konstanta matematika yang kira-kira bernilai 2,71828. Konstanta ini merupakan basis logaritma natural dan bagian penting dari perhitungan pertumbuhan dan peluruhan kontinu. Mirip dengan 𝜋, e adalah konstanta universal. Namun, sementara 𝜋 merepresentasikan rasio keliling lingkaran terhadap diameternya, e adalah konstanta yang secara alami muncul dari proses eksponensial. Bilangan Euler sering muncul saat memodelkan proses yang melibatkan perubahan kontinu, misalnya saat menghitung bunga berbunga kontinu atau memodelkan pertumbuhan populasi.
Bilangan Euler bersifat irasional sekaligus transendental. Artinya, e tidak dapat dinyatakan sebagai pecahan sederhana atau diturunkan dari pemecahan persamaan polinomial mana pun dengan koefisien rasional. Digitnya berlangsung tanpa akhir dan tidak berulang.
Latar Belakang Historis
Mari melihat sedikit sejarahnya:
Jacob Bernoulli dan penemuan e
Kisah bilangan Euler dimulai pada 1683, ketika Jacob Bernoulli mempelajari matematika bunga majemuk. Ia mengajukan pertanyaan yang tampaknya sederhana: apa yang terjadi jika kita memajemukkan bunga secara kontinu alih-alih tahunan?
Untuk menggambarkan, pertimbangkan pokok awal P yang diinvestasikan pada suku bunga tahunan r. Jika bunga dimajemukkan tahunan, nilai masa depan setelah satu tahun adalah P(1 + r). Jika dimajemukkan setengah tahunan, menjadi P(1 + r/2)2. Saat jumlah interval pemajemukan (n) meningkat, rumusnya menjadi P(1 + r/n)n.

Grafik di atas menunjukkan perbedaan antara bunga majemuk tahunan dan bunga majemuk kontinu. Ini adalah contoh yang cukup ekstrem dengan pokok $1000 dan suku bunga 50% per tahun, untuk menunjukkan polanya.
Bernoulli menemukan bahwa saat n mendekati tak hingga, nilai (1 + 1/n)n konvergen ke sekitar 2,718. Konstanta yang kemudian dinamai e ini mewujudkan esensi dari pemajemukan kontinu.
Leonhard Euler: formalisasi dan penamaan
Jacob Bernoulli mungkin menemukan kehadiran e dalam bunga majemuk, tetapi Leonhard Euler yang sepenuhnya mengembangkan konsep ini pada awal abad ke-18. Antara 1727 dan 1731, Euler memformalkan sifat-sifat e dan memberinya nama yang kini kita kenal.
Euler menunjukkan bahwa e dapat direpresentasikan sebagai deret tak hingga:

Deret ini, diturunkan dari kalkulus, memungkinkan e dihitung hingga ketelitian apa pun dan membuka jalan untuk pemahaman lebih dalam tentang sifat-sifatnya.

Grafik di atas menunjukkan bagaimana kita dapat menghitung e dengan menjumlahkan serangkaian bilangan: e = 1 + 1/1! + 1/2! + 1/3! + … Garis biru menunjukkan total saat kita menambahkan lebih banyak suku, dimulai dari 1, lalu menambahkan suku-suku dalam deret. Garis putus-putus merah merepresentasikan nilai sebenarnya dari e. Anda dapat melihat bahwa totalnya menjadi sangat dekat dengan e hanya setelah beberapa suku, dan setiap suku baru hanya menambah sedikit sekali. Ini penting karena menunjukkan bahwa kita dapat memperkirakan e secara akurat tanpa perlu menambahkan jumlah suku yang tak hingga.
Perkembangan e dalam literatur matematika
Setelah Euler memformalkan e pada abad ke-18, penerapannya dengan cepat meluas ke berbagai bidang. Pada abad ke-19, pentingnya e dalam menyelesaikan persamaan diferensial menjadi dikenal. Matematikawan seperti Joseph Fourier menggunakan e dalam persamaan perpindahan panas, meletakkan dasar bagi bidang termodinamika. Karya Fourier tentang difusi panas bergantung pada persamaan peluruhan eksponensial yang melibatkan e, sebagaimana dirinci dalam The Analytical Theory of Heat.
Menjelang abad ke-20, e menjadi alat sentral dalam biologi dan dinamika populasi. Model pertumbuhan eksponensial, P(t) = P0 ert, menjadi luas digunakan untuk menggambarkan pertumbuhan populasi dalam kondisi ideal. Demikian pula, dalam fisika, e bermanfaat untuk model peluruhan radioaktif, di mana jumlah partikel yang tersisa mengikuti N(t) = N0 e-𝝺t.
Dalam beberapa dekade terakhir, e menemukan relevansi baru dalam ilmu komputer dan pembelajaran mesin. Misalnya, fungsi sigmoid, yang penting dalam jaringan saraf, didefinisikan oleh 𝝈(x) = 1/(1+e-x). Fungsi ini memetakan input ke keluaran antara 0 dan 1, sehingga penting untuk tugas klasifikasi. Bilangan Euler juga berperan dalam analisis algoritma teracak dan model probabilistik, seperti dibahas dalam Deep Learning karya Ian Goodfellow, dkk.
Sifat Matematis e
Kini setelah sedikit memahami sejarahnya, mari kita telusuri beberapa karakteristik matematis terpenting dan definisi bilangan Euler.

ex dengan berbagai nilai x. Gambar oleh Penulis.
e sebagai limit
Definisi e sebagai limit adalah salah satu representasi yang paling intuitif dan signifikan secara historis. Ini muncul secara alami dari studi bunga majemuk dan dinyatakan sebagai:

Rumus ini mendefinisikan e sebagai hasil dari pemajemukan pertumbuhan tanpa batas. Ini adalah landasan konseptual untuk memahami bagaimana e memodelkan proses kontinu. Definisi limit ini juga menunjukkan bagaimana e terhubung dengan fungsi eksponensial.
e sebagai deret tak hingga
Cara lain untuk mendefinisikan e adalah melalui representasi deret tak hingganya:

Deret ini diturunkan dari kalkulus dan memberikan cara yang presisi untuk menghitung e hingga tingkat akurasi apa pun. Ini juga menyoroti keterkaitan antara e dan faktorial, yang sering muncul dalam teori probabilitas dan kombinatorika.
Fungsi eksponensial dan kalkulus
Fungsi eksponensial, dengan e sebagai basis, menurut saya adalah salah satu fungsi paling berguna dalam matematika. ex adalah turunan dirinya sendiri:

Ini berarti laju perubahan ex selalu sebanding dengan nilai saat ini. Sifat ini menjadikan ex alat matematika yang sempurna untuk memodelkan pertumbuhan atau peluruhan kontinu. Inilah yang membuatnya berguna untuk menggambarkan peluruhan radioaktif, pertumbuhan populasi, dan bunga berbunga kontinu.
Logaritma natural
Logaritma natural, dilambangkan sebagai ln(x), adalah invers dari fungsi eksponensial ex:

Logaritma natural banyak digunakan dalam matematika dan statistika, khususnya dalam mentransformasi data.
Identitas Euler
Di kalangan penggemar matematika, salah satu persamaan yang paling menyenangkan adalah identitas Euler:

Persamaan ini sering dianggap sebagai puncak keindahan matematika karena menghubungkan lima konstanta paling fundamental dalam matematika: e, i (satuan imajiner), 𝜋, 1, dan 0. Identitas ini juga menjembatani bidang-bidang matematika yang tampaknya tidak terkait: fungsi eksponensial, bilangan kompleks, dan trigonometri.
e dalam probabilitas dan statistika
Bilangan Euler memegang peran penting dalam teori probabilitas dan statistika. Misalnya, e muncul dalam rumus sebaran Poisson, yang memodelkan jumlah kejadian dalam suatu interval tetap:

Di sini, e memastikan bahwa probabilitas berjumlah 1, sehingga tak tergantikan dalam sebaran yang banyak digunakan ini.
Demikian pula, e penting untuk sebaran eksponensial, yang memodelkan waktu antar kejadian dalam proses Poisson:

Anda juga dapat melihat bahwa e muncul dalam sebaran Gaussian di mana e menyebabkan nilai yang lebih jauh dari rata-rata menurun secara eksponensial.

Seperti yang telah Anda lihat, bilangan Euler juga menghubungkan bidang-bidang matematika yang tampaknya tak berkaitan, dari pertumbuhan eksponensial hingga bilangan kompleks, melalui persamaan seperti identitas Euler. Keterhubungan ini menunjukkan sifat e yang dalam dan universal, menjadikannya salah satu konstanta terpenting dalam matematika. Tanpa e, kita akan kekurangan alat matematika untuk memodelkan berbagai proses yang berubah dengan mulus dari waktu ke waktu secara akurat.
Contoh Buku Teks dan Perhitungan
Mari kita bahas tiga perhitungan buku teks yang menunjukkan bagaimana e dapat diterapkan.
Contoh 1: bunga majemuk kontinu vs. bulanan
Pertimbangkan skenario Anda menginvestasikan $1.000 dengan suku bunga tahunan 5%. Kita akan menghitung nilai masa depan investasi ini setelah satu tahun dengan dua metode pemajemukan berbeda: pemajemukan bulanan dan pemajemukan kontinu.
Pemajemukan bulanan
Dengan pemajemukan bulanan, bunga dihitung dan ditambahkan ke pokok setiap bulan. Rumus untuk pemajemukan diskret adalah

dengan P = 1000 sebagai pokok awal, r = 0,05 sebagai suku bunga tahunan, n = 12 sebagai jumlah periode pemajemukan per tahun (dalam hal ini, bulanan), dan t = 1 sebagai jumlah tahun. Mensubstitusikan nilai-nilai ini ke dalam rumus menghasilkan ini:

Perhitungan ini menunjukkan nilai masa depan investasi saat dimajemukkan bulanan. Dalam hal ini, setelah satu tahun, investasi tumbuh menjadi sekitar $1.051,16.
Pemajemukan kontinu
Ketika bunga dimajemukkan secara kontinu, artinya bunga ditambahkan setiap saat, menciptakan kurva pertumbuhan yang lebih mulus. Rumus untuk pemajemukan kontinu adalah:

dengan P = 1000, r = 0,05, dan t = 1. Mensubstitusikan nilai-nilai ke dalam persamaan, kita dapatkan ini:

Nilai setelah satu tahun dalam kasus ini adalah $1.051,27. Meski perbedaannya tampak kecil setelah hanya satu tahun, pemajemukan kontinu menghasilkan nilai yang sedikit lebih tinggi. Dalam periode yang lebih panjang atau suku bunga yang lebih tinggi, perbedaannya menjadi jauh lebih signifikan.
Penggunaan e di sini menjelaskan bahwa bunga dimajemukkan secara kontinu, artinya tumbuh setiap saat, sehingga laju pertumbuhannya lebih mulus.
Contoh 2: memodelkan pertumbuhan populasi menggunakan e
Skenario kedua kita berasal dari biologi. Bayangkan populasi lalat tumbuh dengan laju kelahiran kontinu 20% per minggu dan laju kematian kontinu 5% per minggu. Jika Anda mulai dengan 1.000 lalat, berapa jumlahnya setelah 5 minggu? Masalah ini sangat mirip dengan persamaan bunga majemuk; faktanya, Anda akan melihat bahwa persamaannya hampir sama!
Pertumbuhan kontinu populasi dapat dimodelkan dengan rumus berikut:

dengan P(t) sebagai populasi pada waktu t, P0 sebagai populasi awal, b sebagai laju kelahiran, d sebagai laju kematian, dan (b−d) sebagai laju pertumbuhan bersih. Mensubstitusikan nilai ke dalam rumus:
Setelah 5 minggu, populasi akan tumbuh menjadi sekitar 2.117 lalat.
Peran e di sini sangat penting: e memungkinkan kita memodelkan pertumbuhan kontinu. Berbeda dengan model diskret yang mengukur pertumbuhan pada interval tetap, model pertumbuhan kontinu dengan e memperhitungkan bahwa pertumbuhan terjadi di setiap saat, sehingga lebih akurat merepresentasikan proses dunia nyata seperti pertumbuhan populasi, terutama untuk populasi besar.
Contoh 3: skenario probabilitas yang melibatkan e
Contoh klasik ketiga kita berasal dari teori probabilitas. Mari kita telusuri masalah derangement, yang menanyakan: jika Anda secara acak menempatkan n surat ke n amplop, berapa probabilitas tidak ada satu pun surat yang berakhir di amplop yang benar? Ini dikenal sebagai "derangement".
Probabilitas derangement diberikan oleh rumus:

Saat n menjadi sangat besar, probabilitas ini mendekati 1/e, atau sekitar 0,3679. Ini berarti bahwa untuk jumlah surat yang besar, ada sekitar 37% kemungkinan tidak ada satu pun surat yang ditempatkan dengan benar.
Dengan 3 surat, terdapat 3!=6 kemungkinan susunan. Dari jumlah itu, hanya 2 yang merupakan derangement (tidak ada surat di amplop yang benar). Probabilitasnya adalah:

Mari hitung probabilitas untuk 10 surat. Menggunakan rumus:

Hasil ini menunjukkan bahwa bahkan dengan hanya 10 surat, probabilitas tidak adanya kecocokan sudah sangat dekat dengan 1/e. Seiring bertambahnya jumlah surat, probabilitasnya mengonvergen ke 1/e.
Bilangan Euler dalam Berbagai Bidang Profesional
Bilangan Euler muncul dalam tak terhitung banyaknya aplikasi dunia nyata. Sifat uniknya menjadikannya tak tergantikan di bidang-bidang mulai dari kalkulus dan biologi hingga keuangan dan teknik.
e dalam kalkulus
Bilangan Euler fundamental dalam kalkulus, yang berpusat pada pemahaman perubahan kontinu. Seperti sudah disebutkan, fungsi eksponensial ex unik karena turunannya adalah dirinya sendiri:

Sifat ini membuat ex penting untuk memodelkan proses yang lajunya sebanding dengan nilai saat ini. Bilangan Euler terlibat dalam penyelesaian banyak persamaan diferensial.
e dalam biologi dan layanan kesehatan
Perkenalan pertama saya dengan e adalah di biologi, di mana e digunakan untuk memodelkan pertumbuhan dan peluruhan kontinu. Misalnya, populasi bakteri yang tumbuh pada laju konstan dapat dideskripsikan oleh persamaan klasik pertumbuhan populasi:

dengan P0 sebagai populasi awal, r sebagai laju pertumbuhan, dan t sebagai waktu.
Serupa dalam layanan kesehatan, e digunakan untuk memodelkan metabolisme obat, di mana konsentrasi obat dalam tubuh menurun secara eksponensial dari waktu ke waktu:

Model-model ini penting untuk memahami proses biologis dan mengoptimalkan perawatan medis, seperti menentukan dosis obat yang efektif atau memprediksi pertumbuhan bakteri di lingkungan terkontrol.
e dalam teknik dan fisika
Dalam teknik dan fisika, e digunakan untuk menganalisis sistem yang melibatkan perubahan kontinu. Misalnya, rumus Euler:

digunakan untuk merepresentasikan gelombang sinusoidal dalam rangkaian arus bolak-balik (AC). Dalam pemrosesan sinyal, e digunakan dalam transformasi Fourier, yang mengurai sinyal kompleks menjadi komponen frekuensi yang lebih sederhana. Aplikasi ini berguna untuk bidang seperti teknik elektro, mekanika kuantum, dan telekomunikasi.
e dalam keuangan
Seperti yang dapat Anda bayangkan, bilangan Euler penting dalam keuangan, khususnya dalam perhitungan bunga berbunga kontinu, seperti yang sudah kita lihat.
Bilangan Euler juga digunakan dalam model keuangan seperti persamaan Black–Scholes, yang menghitung nilai wajar opsi dengan mempertimbangkan pergerakan harga aset yang kontinu. Dengan memasukkan e, model Black–Scholes memperhitungkan sifat pergerakan harga aset yang kontinu, sehingga memungkinkan penetapan harga opsi yang presisi. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang pemodelan keuangan dalam kursus Financial Analysts in Google Sheets kami.
e dalam ilmu komputer
Dalam ilmu komputer, e banyak digunakan dalam pembelajaran mesin, kriptografi, dan simulasi. Fungsi sigmoid, komponen kunci jaringan saraf, didefinisikan sebagai:

Fungsi ini memetakan input ke keluaran antara 0 dan 1, sehingga berguna untuk tugas klasifikasi. Bilangan Euler juga muncul dalam algoritma untuk mensimulasikan proses Poisson dan peluruhan eksponensial, yang digunakan dalam pembangkitan bilangan acak, simulasi Monte Carlo, dan sistem kriptografi.
e dalam asuransi dan demografi
Dalam aktuaria, e digunakan untuk memodelkan risiko dan menghitung nilai masa depan polis asuransi jiwa dan anuitas. Misalnya, akumulasi bunga kontinu dimodelkan menggunakan ert. Dalam demografi, e digunakan untuk menggambarkan pertumbuhan populasi dan tingkat mortalitas. Fungsi Gompertz, yang memodelkan penuaan dan tingkat kematian, menggunakan e untuk menilai harapan hidup.
e dalam geologi
Dalam geologi, e penting untuk memodelkan peluruhan radioaktif, seperti dijelaskan oleh persamaan:

dengan N0 sebagai jumlah awal isotop radioaktif, 𝝀 sebagai konstanta peluruhan, dan t sebagai waktu. Persamaan ini digunakan untuk penanggalan karbon, yang membantu menentukan usia batuan dan fosil. Bilangan Euler juga digunakan dalam seismologi untuk memodelkan atenuasi gelombang seismik, yang meluruh secara eksponensial saat merambat melalui Bumi. Ini membantu dalam analisis dan prediksi gempa.
e dalam meteorologi
Ahli meteorologi menggunakan e untuk memodelkan perubahan suhu dan sistem cuaca. Misalnya, pendinginan atau pemanasan suatu objek dari waktu ke waktu dijelaskan oleh:

dengan T0 sebagai suhu awal dan 𝝀 sebagai konstanta laju. Model eksponensial yang melibatkan e juga digunakan dalam ilmu iklim untuk memprediksi dampak jangka panjang emisi karbon dan dalam prakiraan cuaca untuk memodelkan evolusi tekanan atmosfer dan pembentukan awan.
e dalam linguistik
Percaya atau tidak, bilangan Euler bahkan memiliki aplikasi dalam linguistik! e digunakan dalam model statistik frekuensi kata, seperti hukum Zipf, yang menyatakan bahwa frekuensi suatu kata berbanding terbalik dengan peringkatnya. Hubungan ini dapat dimodelkan menggunakan fungsi eksponensial yang melibatkan e.
Dalam pemrosesan bahasa alami (NLP), e terlibat dalam algoritma seperti latent Dirichlet allocation (LDA), yang memodelkan distribusi topik dalam teks. Fungsi eksponensial juga digunakan untuk mempelajari evolusi linguistik, melacak bagaimana bahasa berubah dari waktu ke waktu.
Seperti yang dapat Anda lihat, bilangan Euler adalah konstanta universal yang digunakan di berbagai bidang yang beragam. Penerapannya sekaya digitnya yang tak berhingga!
Kesalahpahaman tentang e
Sebanyak apa pun e digunakan, tetap ada peluang untuk kebingungan.
Bilangan Euler (e) versus konstanta Euler (γ)
Mudah untuk tertukar antara bilangan Euler dan konstanta Euler. Bagaimanapun, keduanya menyandang nama Euler. Namun, keduanya sebenarnya dua bilangan yang sepenuhnya berbeda, dan muncul di area matematika yang berbeda.
- e ≅ 2,718: Ini adalah basis logaritma natural. Sangat penting dalam kalkulus, pertumbuhan eksponensial, dan segala sesuatu yang melibatkan perubahan kontinu. Pikirkan e saat Anda bekerja dengan hal-hal seperti bunga majemuk atau pertumbuhan populasi.
- γ ≅ 0,577: Ini disebut konstanta Euler–Mascheroni. Muncul dalam teori bilangan dan berkaitan dengan deret harmonik (cara menjumlahkan pecahan seperti 1 + 1/2 + 1/3 + ...). Pikirkan γ saat Anda mengerjakan masalah yang melibatkan deret harmonik atau pertumbuhan logaritmik.
Penyalahgunaan dalam aplikasi dunia nyata
e muncul dalam banyak situasi berbeda dan kadang dapat menimbulkan kebingungan. Penting untuk mengetahui kapan tepat menggunakan e dan kapan tidak. Misalnya, orang sering mendengar tentang pemajemukan kontinu dan berasumsi bahwa itu selalu lebih baik daripada bunga diskret. Namun banyak bank menggunakan pemajemukan bulanan atau triwulanan. Jadi jika Anda mencoba memodelkan aset nyata, Anda perlu mengetahui apakah pemajemukan kontinu atau diskret yang paling tepat, kalau tidak, Anda bisa mendapati model Anda tidak mencerminkan kenyataan.
Kesimpulan
Bilangan Euler, e, adalah salah satu konstanta yang paling banyak digunakan dalam matematika, hanya kalah dari 𝜋. Ini adalah alat yang menyederhanakan perhitungan kompleks, memodelkan pertumbuhan, dan memungkinkan kita memodelkan perubahan kontinu. Anda dapat belajar menggunakan e dalam penulisan kode pada tutorial Eksponen di Python kami. Jika Anda tertarik mempelajari lebih banyak matematika, lihat kursus Statistika Pengantar atau Aljabar Linear kami.
Saya seorang PhD dengan pengalaman 13 tahun bekerja dengan data di lingkungan riset biologi. Saya membuat perangkat lunak dalam beberapa bahasa pemrograman termasuk Python, MATLAB, dan R. Saya bersemangat membagikan kecintaan saya terhadap pembelajaran kepada dunia.
FAQs
Apa itu bilangan Euler?
Bilangan Euler, atau e, adalah konstanta matematika yang kira-kira sama dengan 2,71828. Ini adalah basis logaritma natural dan krusial untuk memodelkan proses pertumbuhan dan peluruhan kontinu.
Bagaimana bilangan Euler didefinisikan?
Ada dua cara untuk mendefinisikan bilangan Euler: 1. Sebagai limit, atau 2. Sebagai deret tak hingga.
Bagaimana bilangan Euler digunakan?
Awalnya, bilangan Euler digunakan untuk menghitung bunga berbunga kontinu. Saat ini, jangkauannya meluas ke pemodelan pertumbuhan populasi, pemodelan pilihan kata, dan bahkan pelacakan fluktuasi suhu.
Apakah bilangan Euler sama dengan konstanta Euler?
Tidak. Meskipun keduanya menyandang nama Euler, keduanya adalah bilangan yang sangat berbeda dengan aplikasi berbeda. Bilangan Euler terutama digunakan dalam sistem eksponensial. Konstanta Euler terutama digunakan dalam deret harmonik.
Apakah Euler yang menemukan bilangan Euler?
Tidak. Faktanya, bilangan Euler, e, ditemukan oleh Jacob Bernoulli. Namun sifat-sifatnya kemudian dipelajari lebih lanjut oleh Leonhard Euler, dari situlah e mendapatkan namanya.

